Subnetting

Pengertian Subnetting

Pada dasarnya subnetting ini adalah teknik untuk memecah jaringan network besar ke jaringan yang lebih kecil. Hal ini dilakukan dengan mengubah bit Host ID pada subnet mask menjadi Network ID yang baru.

Tujuan Subnetting

1.      Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).

2.      Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

3.      Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.

4.      Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.

5.      Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.

6.      Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.

7.      Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.



 Fungsi Subnetting

1.      Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.

2.      Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.

3.      Pengelolaan yang disederhanakan.

4.      Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.


 Contoh Perhitungan Subnet Kelas C

Network Address : 192.168.1.0/26 -> 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2(pangkat)2 = 4 subnet.

2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2(pangkat)6 – 2 = 62 host.
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast = Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.


Subnet

192.168.1.

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192

Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193

Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254

Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255



Contoh  Perhitungan Subnet Kelas B

Network Address : 172.16.0.0/18 -> 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0)

1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2(pangkat) = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2(pangkat)14 – 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast

 

Subnet

172.16.0.0

172.16.64.0

172.16.128.0

172.16.192.0

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.64.1

172.16.128.1

172.16.192.1

Host Terakhir

172.16.63.254

172.16.127.254

172.16.191.254

172.16.255.254

Broadcast

172.16.63.255

172.16.127.255

172.16.191.255

172.16..255.255

 

Network Address : 172.16.0.0/25 -> 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128)

1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)9 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)7 – 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
4. Alamat host dan broadcast

Subnet

172.16.0.0

172.16.0.128

172.16.1.0


172.16.255.128

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.0.129

172.16.1.1


172.16.255.129

Host Terakhir

172.16.0.126

172.16.0.254

172.16.1.126


172.16.255.254

Broadcast

172.16.0.127

172.16.0.255

172.16.1.127


172.16.255.255


Contoh Perhitungan Subnet Kelas A

Network Address : 10.0.0.0/16 -> 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0)

1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)8 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)16 – 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast

 

Subnet

10.0.0.0

10.1.0.0


10.254.0.0

10.255.0.0

Host Pertama

10.0.0.1

10.1.0.1


10.254.0.1

10.255.0.1

Host Terakhir

10.0.255.254

10.1.255.254


10.254.255.254

10.255.255.254

Broadcast

10.0.255.255

10.1.255.255


10.254.255.255

10.255.255.255

 

Contoh cara lain

Diketahui IP address 192.168.3.56 dengan netmask 255.255.255.224 berapa network dan broadcast addressnya?

PENYELESAIAN!!!

256-224=32

56:32 = 1 (Abaikan bilangan di belakang koma)

32x1 = 32 (maka netmask) 192.168.3.32

32+32 -1 = (maka netmask) 192.168.3.83




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan pada tanggal 16 juni 2020

Basic TCP/IP

Wireless Mikrotik